BPBD Tidore Petakan Dampak Bencana, Bantuan Disesuaikan Tingkat Kerusakan

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Abubakar

HM, TIDORE – Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Abubakar, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi dengan sejumlah dinas teknis terkait untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan akibat bencana alam yang terjadi dalam satu minggu terakhir.

Koordinasi dilakukan bersama Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), khususnya dalam pendataan di wilayah Oba yang terdampak cukup signifikan. Selasa (7/4/2026).

Dari hasil pendataan tersebut, telah ditetapkan klasifikasi kerusakan yang terdiri dari rusak berat, sedang, dan ringan. Data ini kemudian menjadi dasar pemerintah dalam menentukan bentuk bantuan yang akan diberikan kepada masyarakat terdampak.

“Untuk wilayah Oba, sudah ada sejumlah objek yang menjadi sasaran identifikasi. Tingkat kerusakan juga sudah ditentukan dan menjadi acuan dalam penyaluran bantuan,” ujar Muhammad Abubakar.

Sementara itu, di daratan Tidore, beberapa kelurahan seperti Rum dan Kalodi dilaporkan hanya mengalami kerusakan ringan dan tidak terlalu signifikan. Namun demikian, seluruh data tetap akan dilaporkan kepada Wali Kota Tidore Kepulauan sebagai dasar pengambilan kebijakan pascabencana.

BPBD juga mencatat adanya inisiatif warga di Kelurahan Rum Balibunga yang mengungsi ke daerah yang lebih tinggi demi keamanan. Untuk itu, BPBD telah menyiapkan posko pengungsian yang dalam satu hari mampu menampung sekitar 137 jiwa.

Terkait bantuan, pemerintah akan menyalurkan bantuan dalam bentuk uang untuk perbaikan rumah berdasarkan tingkat kerusakan, serta bantuan sembako bagi warga terdampak.

Adapun bantuan sembako yang disiapkan bagi pengungsi meliputi 20 kilogram beras, 2 kilogram minyak kelapa, 2 kilogram gula, serta satu dus mi instan.

Selain itu, untuk bantuan bangunan akibat gempa, pemerintah menetapkan nilai bantuan maksimal sebesar Rp1 juta sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara untuk kasus kebakaran rumah, bantuan yang diberikan mencapai Rp7 juta.

BPBD juga memastikan bahwa data penerima bantuan telah diverifikasi melalui kerja sama dengan RT dan RW setempat, guna memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran.

Di sisi lain, BPBD terus mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dengan mengikuti informasi resmi dari BMKG. Edukasi terkait langkah keselamatan saat gempa juga terus disampaikan kepada masyarakat.

“Kami selalu mengingatkan masyarakat untuk tidak panik saat terjadi gempa, serta segera mengamankan diri dan keluarga,” tambahnya.

BPBD juga menekankan pentingnya peran aktif pemerintah kelurahan dan desa dalam menyampaikan informasi peringatan dini kepada masyarakat, termasuk melalui pengeras suara masjid dan musala.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat, diharapkan penanganan pascabencana di Kota Tidore Kepulauan dapat berjalan dengan cepat dan tepat sasaran.

Related Articles

Back to top button