Bukti Kerja  Nyata Direktur Baru, Untuk Memajukan PDAM Kedepan Yang Lebih Baik

HM, HALUT – Untuk memantapkan keuangan Perusahaan.  Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kabupaten Halmahera Utara, Iskandar Dabi-Dabi, S. Pdi,  melakukan berbagai upaya dan terobosan.

Tidak hanya membenahi sistem management keuangan,  namun juga membenahi pola kerja karyawan PDAM di semua bidang.

Minimnya kesadaran pelanggan PDAM, di sadari bahwa selama ini PDAM kurang mensosialisasikan kepada pelanggan terkait jatuh tempo tanggal pembayaran dan cara membayar rekening air.

Untuk jatuh tempo pembayaran rekening air, yaitu setiap tanggal 20 bulan berjalan.  Pembayaran  bisa langsung di loket kantor PDAM ataupun di loket kantor Pos. Selain itu pembayaran juga bisa melalui mobile Banking yakni, Bank Mandiri, BSI dan  Indomaret.  Dari sisi waktu,  tentu  cara  ini lebih efisien.

Berdasarkan data  pelanggan yang ada di PDAM,  yaitu 18.000 pelanggan. Namun hanya 6000 pelanggan yang kategori sebagai pelanggan aktif, artinya kesadaran pelanggan masih mimim  dalam  membayar rekning air teoat waktu.

Menurut Iskandar,  harus turun langsung melakukan sosialisasi ke pelanggan tentang beberapa hal penting seperti ,kesadaran  dalam membayar rekening air tepat waktu, juga tentang sanksi berupa denda. Dan  pemutusan meter, jika  pelanggan menunggak sampai 3 bulan.

Kata Iskandar, jika dari 18.000 pelanggan, semua ktif dan tepat waktu membayar rekening air, maka semua pembiayaan operasional PDAM seperti pembiayan Listrik PLN,  biaya BBM genset PDAM hingga belanja pegawai dapat teratasi dengan baik. Bahkan PDAM bisa berkontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kaitan dengan itu, rencana pada hari Jumat besok (08/03/2024) bersama dengan beberapa staf akan turun langsung di desa Pidiwang dan Bori, kecamatan Kao Utara untuk melaksanakan sosialisasi ke pelanggan tentang pemtingnya  kesadaran pelanggan agar aktif membayar tekening air tepat waktu.

Terobosan sosialisasi ini di mulai di dua desa tersebut. Lantaran banyak pelanggan PDAM yang berada di desa Pidiwang maupun desa Bori sudah lama menunggak rekening air hingga ratusan juta.

Meskipun banyak masukan maupun keluhan dan desakan  dari pegawai PDAM. Agar segera melakukan pemutusan meter.  Namun sejauh ini, PDAM masiih tolerir. Karena jika itu dilakukan maka amat di sayangkan,  karena tidak ada lagi pendistribusian air bersih di 2 desa tersebut.

Karena itu,  pasca sosialisasi  ini dilakukan sedianya ada efek positif dari pelanggan,  berupa kerjasama yang baik untuk membayar rekening air tepat waktu.

“Hal ini, tentu demi untuk kepentingan bersama, baik PDAM maupun pelanggan itu sendiri, ” Pungkasnya (Artsan)

 

Related Articles

Back to top button