Diduga Gunakan Izasah Palsu, Ketua BPD Waigai Diadukan ke Polres Sula

Faisal Leko, Warga Waigai Kecamatan Sulabesi Selatan Yang Mengadukan Ketua BPD ke Polres Sula, Atas Dugaan Penggunaan Izasah Palsu
SANANA,HM – Warga Desa Waigai, Kecamatan Sulabesi Selatan, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) mengadukan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Junaidi Leko, ke Polres Kepulauan Sula atas dugaan penggunaan ijazah palsu.
Junaidi diduga menggunakan ijazah palsu tingkat SMP tahun 2019 hingga terpilih sebagai Ketua BPD. Begitupun pencalonan Ketua BPD Waigai tahun 2021 dengan menggunakan ijazah yang sama.
Salah satu warga Desa Waigai, Faisal Leko mengaku, dirinya melaporkan Junaidi Leko ke Polres atas dasar kegilisahannya yang mempertanyakan keabsahan ijasah SMP milik Junaidi Leko.
“Laporan secara resminya sudah sampaikan ke Polres Sula sejak Rabu kemarin,” terang Faisal, Senin(25/10).
Kecurigaan itu muncul saat verifikasi berkas pencalonan Ketua BPD tahun 2021 dengan ijazah SMP yang berbeda dengan pencalonan Ketua BPD sebelumnya yang dilaksanakan tahun 2019 lalu.
Merasa penasaran, dia didampingi orang tuanya, lantas menelusuri keabsahan ijazah milik Junaidi Leko, ke salah satu mantan Kepala Sekolah SMPN Wailoba, Kecamatan Mangoli Tengah, Kepulauan Sula yang saat ini sudah pensiun.
“Saya telusuri dan saya temukan di salah satu mantan kepala sekolah itu, ternyata ijazah yang dimiliki oleh Junaidi Leko itu hanya rekayasa, sesuai dengan apa yang disampaikan oleh mantan kepala sekolah yang saat ini sudah pensiun,” bebernya.
Berdasarkan informasi yang diterimanya dari mantan kepala sekolah, menyebut ijazah milik Junaidi Leko itu dibuat sendiri. Sebab mantan kepala sekolah itu didatangi langsung oleh Junaidi leko di rumahnya dan diminta untuk mengisi blangko kosong yang dibawa oleh Junaidi Leko kepadanya.
Hal ini juga diperkuat dengan keterangan yang disampaikan oleh mantan Kepala Sekolah SMPN Wailoba, Eksan Seriditi, saat ditemui media ini di kediamannya, yang turut mengakui, bahwa dirinya didatangi Junaidi Leko dirumahnya untuk mengisi blangko kosong yang dibawa oleh Junaidi Leko kepada dia
” Saya di suruh untuk mengisi blangko kosong. Dan saya hanya mengisi blangko itu, kalau terkait dengan tandatangn kepala sekolah dan Cap, itu saya tidak tahu,”akunya.(K-P/Man)





