Berdasarkan Data PDAM, Ternyata Tunggakan Rekening Air Sebagian Besar Dari Instansi Pemda

 

HM,,  HALUT – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kabupaten Halmahera Utara sampai saat ini masih dibebankan dengan pembiayaan operasional, berupa tagihan listrik pada Pusat Operasi (OP) pemdistribusian air bersih kepada pelanggan.

Besaran beban tagihan listrik pada 13 PO yang tersebar di beberapa titik mengharuskan PDAM membayar tagihan listrik dalam setiap bulannya yaitu sebesar Rp 270 juta.

Hal ini tentu tidak mudah, karena itu PDAM Halut sangat berharap ada kesadaran dan kerjasama yang baik dari pelanggan untuk tepat waktu membayar rekening air. Sehingga meringankan PDAM dalam mengatasi semua pembiayaan operasional PDAM, baik itu pembayaran rekening listrik, dan pembiayaan gaji karyawan serta pembiayaan pemeliharaan (Maintenance).

Menyentil soal pelanggan PDAM yang menunggak membayar rekening air diketahui tidak hanya dari masyarakat yang masih mimin kesadaran membayar rekening air tepat waktu. Namun sesama instansi pemerintah daerah, seperti Badan, dinas, balai dan juga beberapa kantor desa sampai saat ini masih menunggak membayar rekening air.

Sangat disayangkan, jika sesama instansi pemerintah tidak memberikan contoh teladan kepada masyarakat untuk tepat waktu membayar rekning air. Maka hal ini sangat berdampak buruk pada keuangan PDAM.

Direktur PDAM kabupaten Halmahera Utara, Fauzy Daga kepada media ini,.(Selasa, 21/05)2024) membenarkan hal itu.

Fauzy mengatakan, ada sebagian kantor dinas, Badan lingkup pemda bahkan beberapa kantor desa yang sampai saat ini belum melunasi pembayaran rekening air.

” Ya benar, ada sebagian kantor Badan dan Dinas serta beberapa kantor desa masih menunggak lebih dari 5 bulan,.  Dan berdasarkan data yang ada, jumlah uang PDAM dari total tunggakan  seluruh pelanggan  mencapai 12 miliar,. Jika semua pelanggan melunasi tunggakan rekening airnya” ungkapnya

Kaitan dengan itu, kepada kepala Dinas dan kepala Badan serta instansi lainnya, Fauzy berharap  agar dapat membantu PDAM untuk membayar tunggakan tagihan rekening airnya.

Apalagi saat ini kata Fauzy, PDAM dihadapkan dengan jatuh tempoh  pembayaran tagihan rekening listrik. Jika tidak, maka akan berdampak buruk  pelayanan PDAM kepada pelanggan. Karena selain akan dilakukan pemutuasan aliran listrik oleh pihak PLN,. Juga terjadi pembengkakan pembiayaan berupa denda tagihan listrik.

“Situasi saat ini, Kami sangat berharap ada kerjasama yang baik dari semua pelanggan untuk melunasi tunggakan rekening air, ” harapnya (Art)

 

 

Related Articles

Back to top button