Penderita Gizi Buruk di Desa Wai’ U Butuh Perhatian Pemda Sula

Alkatras Umasangadji, Bocah Penderita Gizi Buruk Asal Desa Wai’ U Kecamatan Mangoli Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula
SANANA, HM – Upaya Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula, yang terus gencar mencegah penanganan gizi buruk dan stanting, ternyata masih jauh dari harapan.
Alkatras umasangadji, bocah asal Desa Wai’U Kecamatan Mangoli Tengah, adalah buktinya.Bocah pasangan dari Rusli Umasangadji dan Ibu Nurmila Tuasikal, yang saat ini masih terbaring lemah di RSUD Sanana, karena mengalami gizi buruk itu, hingga saat ini bahkan belum ada penanganan serius Pemda setempat.

Rusli Umangsadji, yang juga ayah dari bocah penderita gizi buruk menuturkan, putranya tersebut menjalani perawatan di RSUD Sanana sejak Jumat kemarin, sampai saat ini masih belum ada perkembangan. Dia meminta kepada semua pihak terutama dinas kesehatan dan pemerintah daerah agar bisa membantu kesembuhan putranya.
“Anak saya sakit batuk/Asma sudah lama. Akan tetapi Pemerintah Desa dan pihak Puskesmas Mangoli Tengah,tidak ada langkah sama sekali.Baru kali ini mereka rujuk ke RSUD Sanana. Itupun saat ada teguran dari Dinas Kesehatan,baru anak saya dirujuk ke RSUD Sanana,” sesalnya.
Putranya itu, sebelumnya sempat di rawat di rumah sakit sekira seminggu sudah mulai ada perubahan, kemudian dibawa pulang. Akan tetapi berselang 6 bulan kemudian kembali menunjukan gejala batuk dan maag, sehingga dilarikan ke rumah sakit. Sementara disisi yang lain, mereka tidak memiliki cukup uang untuk biaya perobatan.Bantuan pemerintah yang diharapkan melalui Bantuan Langsung Tunai( BLT) juga tidak diterima. Padahal, mereka katagori keluarga kurang mampu.
“Kami terpaksa berobat kampung. Akan tetapi sia- sia, karena tidak membuahkan hasil. Sementara kami kekurangan anggaran untuk biaya pengobatan anak kami,” tuturnya.(K-P/Man)





