Penyerapan Anggaran Lemah, Kebijakan Ubaid-Anjas Diduga di Amputasi

HALTIM, HM – Lemahnya penyerapan anggaran pemerintahan ini, diduga berpengaruh pada kebijakan Ubaid – Anjas yang tinggal satu setengah tahun lagi masa kepemimpinan akan berakhir dan memasuki tahapan pemilu serentak 2024 yakni Kepala Daerah (Bupati-Wabup).

Dua tahun sudah roda pemerintahan Ubaid – Anjas berjalan, dengan durasi waktu yang tersisa ini sudah tentu akan sulit bagi Ubaid – Anjas untuk mewujudkan Visi dan Misi-nya. Tak hanya itu, aroma wangi tahun politik 2024 pun sudah mulai tercium dalam tubuh birokrasi ini. Hal ini tercermin dalam lemah penyerapan anggaran pada masing-masing SKPD di lingkup Pemkab Haltim.

“Saya memahami mungkin ada kendala lain yang dihadapi sehingga sampai saat ini Ubaid – Anjas belum maksimal dalam mewujudkan Visi dan Misi-nya. Namun lemahnya penyerapan anggaran harus menjadi ikhtiar politik bagi Ubaid – Anjas,” ujar Sekretaris PKN, Halek Lastory kepada media Kamis, (14/7/2022) sore tadi.

Langkah Ubaid – Anjas harus lebih jitu dalam rangka untuk mewujudkan setiap kebijakan yang di buatnya, apa lagi kaitan dengan pengelolaan keuangan daerah. Mengingat banyak Visi – Misi yang belum tersentuh oleh kebijakannya sendiri.

“Saya melihat lemahnya penyerapan anggaran setiap SKPD seperti tertuang dalam rekomendasi DPRD baru-baru ini, seperti ada bau tidak sedap di tubuh pemerintahan Ubaid – Anjas. Kemungkinan besar masalah ini jadi senjata politik terhadap dirinya sendiri,” beber Halek.

Politisi PKN itu juga menambahkan, ihwal dari kelemahan tersebut, mestinya tidak di tinggal diam begitu saja, tetapi segera memanggil dan mengevaluasi BUD dan mempertanyakan nomenklatur pengajuan anggaran masing – masing SKPD, mengingat pemerintahan Ubaid – Anjas ini tinggal tiga semester lagi.

“BUD harus di evaluasi atas persoalan ini, jangan sampai ada kepentingan oknum terselubung yang justru berimplikasi pada buruknya kinerja pemerintahan Ubaid – Anjas di mata publik,” tutupnya. (Red/Ode)

Related Articles

Back to top button